Breaking

Arabia Tour Bantah 80 Jamaah Umrah Gagal Berangkat, Tegaskan 44 Pesertanya Lancar ke Madinah

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
Arabia Tour Bantah 80 Jamaah Umrah Gagal Berangkat, Tegaskan 44 Pesertanya Lancar ke Madinah

PADANG — Senior Manager Arabia Tour and Travel, Derry Alindra, menyatakan pihaknya menyayangkan beredarnya foto jamaah Arabia Tour yang dikaitkan dengan narasi puluhan jamaah gagal berangkat. Ia memastikan total peserta yang diberangkatkan perusahaannya pada Rabu (30/10/2026) sebanyak 44 orang, bukan 80 orang seperti yang tengah diselidiki Kemenhaj Sumbar.

"Kami sangat menyayangkan adanya foto jamaah Arabia Tour yang tersebar dan dikaitkan dengan narasi puluhan jamaah gagal berangkat tersebut," kata Derry Alindra di Kota Padang, Kamis.

Menurut Derry, seluruh proses keberangkatan 44 jamaah dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berjalan tanpa kendala. Hingga 1 Oktober 2026, seluruh jamaahnya sudah berada di Madinah untuk melaksanakan ibadah dan ziarah.

44 Jamaah Arabia Tour Sudah di Madinah, Proses Keberangkatan Lancar

"Alhamdulillah, per hari ini, tanggal 1 Oktober 2026, seluruh jamaah kita sudah berada di Madinah. Saat ini mereka sedang melaksanakan ibadah dan juga ziarah di Kota Madinah," ungkapnya.

Derry mengaku belum mengetahui identitas maupun asal dari 80 peserta yang diduga batal berangkat. Ia menyerahkan persoalan itu sepenuhnya kepada Kanwil Kemenhaj Sumbar yang masih melakukan penyelidikan.

Ia mengimbau masyarakat Sumatera Barat lebih teliti memilih biro perjalanan umrah. Menurutnya, calon jamaah wajib memastikan travel yang dipilih memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah serta terakreditasi.

"Silakan pilih travel umrah yang sudah berizin resmi. Pastikan juga program '5 Pasti Umrah' diterapkan di travel tersebut. Sangat disayangkan jika nanti ada jamaah yang batal atau tidak diberangkatkan," imbaunya.

Kemenhaj Sumbar Masih Kumpulkan Data, Belum Ada Kesimpulan

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki menyatakan pihaknya masih mengumpulkan dan mencocokkan data terkait jemaah yang diduga batal berangkat. Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam persoalan tersebut.

"Sampai saat ini, belum ada kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam persoalan tersebut," kata Rifki dalam keterangan resminya.

Rifki mengingatkan travel umrah tertib melaporkan data peserta paling lambat H-1 jelang keberangkatan ke Tanah Suci. Data itu menjadi bagian penting dalam pengawasan penyelenggaraan perjalanan umrah.

Travel juga diminta memastikan seluruh fasilitas yang dijanjikan tercantum dalam kontrak. Dokumen kontrak tersebut dapat menjadi dasar rujukan bagi peserta umrah ketika terjadi persoalan terkait layanan.

"Semua yang dijanjikan kepada jemaah harus jelas dalam kontrak. Kontrak menjadi dasar bagi jemaah dan travel dalam menjalankan hak dan kewajiban masing-masing," kata dia.

Pengawasan Kemenhaj Mencakup Izin, Promosi, hingga Layanan Travel

Rifki menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap keberangkatan jemaah. Kemenhaj juga memeriksa kesesuaian izin, promosi, data, dan layanan yang dijanjikan travel kepada jemaah.

Seluruh travel diimbau menjalankan kegiatan sesuai izin yang dimiliki. Mereka juga wajib memberikan kepastian layanan dan perlindungan kepada jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Kasus 80 peserta umrah yang batal berangkat masih dalam penelusuran Kanwil Kemenhaj Sumbar. Arabia Tour memastikan tidak ada jamaahnya yang terlibat dalam persoalan tersebut.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua