Breaking

Rutan Sawahlunto Razia Gabungan BNN dan Aparat, 15 Warga Binaan Jalani Tes Urine

RE
Selasa, 29 September 2026
Rutan Sawahlunto Razia Gabungan BNN dan Aparat, 15 Warga Binaan Jalani Tes Urine

SAWAHLUNTO — Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto Mustofa menyatakan razia gabungan itu menjadi bagian dari penguatan pengawasan keamanan yang dijalankan pihaknya. Pemeriksaan internal dilakukan petugas setiap hari untuk memantau kondisi hunian sekaligus mencegah pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Rutan Sawahlunto saat ini dihuni 73 orang, terdiri atas 51 narapidana dan 22 tahanan. Dari jumlah tersebut, 15 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan urine dalam razia bersama BNN dan aparat penegak hukum terkait.

Apa Hasil Pemeriksaan Urine 15 Warga Binaan?

Seluruh sampel urine yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. Petugas juga tidak menemukan barang berbahaya maupun benda yang dilarang berada di dalam rutan saat menyisir kamar hunian dan sejumlah bagian bangunan.

"Untuk razia gabungan bersama BNN Kota Sawahlunto, Polres Sawahlunto, TNI, dan instansi terkait telah kami laksanakan pada Selasa (22/9) lalu dengan menyisir kamar hunian dan sejumlah bagian rutan serta melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan," kata Mustofa.

Kegiatan razia dirangkaikan dengan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada warga binaan. Sosialisasi menyasar penghuni agar memahami risiko penyalahgunaan narkotika selama menjalani masa pidana.

BNN Kota Sawahlunto Sebut Pemeriksaan Bisa Berlanjut Sewaktu-waktu

Kepala BNN Kota Sawahlunto Didit Bagus Wicaksono menuturkan pemeriksaan serupa dapat kembali dilakukan sewaktu-waktu. Langkah itu dimaksudkan memperkuat sekaligus memperluas upaya pencegahan dan pemantauan di lingkungan rutan.

Selain pengawasan, Rutan Sawahlunto menjalankan pembinaan warga binaan melalui kegiatan rohani dan pembinaan kemandirian. Program kemandirian mencakup pembuatan mebel berupa meja dan kursi serta merangkai papan bunga.

Keterampilan tersebut disiapkan sebagai bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan berjalan beriringan dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas setiap hari.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua