Wawako Pariaman Buka Festival Literasi Budaya 2026, Soroti Peran Kearifan Lokal di Tengah Gempuran AI
PARIAMAN — Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menekankan literasi budaya bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kesanggupan memahami, menghargai, dan menerapkan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Festival Literasi Budaya Tahun 2026 di Pariaman, Jumat.
Menurut Mulyadi, laju teknologi yang kian cepat harus diimbangi pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal. Tujuannya agar generasi muda tetap punya dasar nilai dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan zaman.
"Literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata atau membaca angka, melainkan kemampuan untuk memahami, menghargai, dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari," kata Mulyadi.
Mengapa Literasi Budaya Penting di Era Kecerdasan Buatan
Mulyadi menilai literasi budaya di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berperan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Kemampuan ini juga menjadi penyaring bias informasi yang beredar di ruang digital.
Dengan literasi budaya yang kuat, kearifan lokal diyakini tetap dihargai meski teknologi global terus menekan. Festival Literasi Budaya 2026 disebutnya sebagai ruang yang menghubungkan kekayaan sejarah dan budaya masa lalu dengan masa depan yang penuh inovasi teknologi.
"Kami berkomitmen untuk terus menciptakan generasi yang cerdas secara digital, namun tetap santun secara kultural," ujarnya.
Rangkaian Kegiatan Festival Literasi Budaya 2026
Selama kegiatan berlangsung, pengunjung dapat menyaksikan sejumlah agenda, mulai dari bedah buku antologi folklor Sumatera Barat, diskusi budaya, workshop, perlombaan, hingga pameran kebudayaan.
Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Panitia Pelaksana Festival Literasi Budaya 2026, khususnya Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman (FPLKP), komunitas literasi, seniman, serta seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan acara tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pariaman berharap masyarakat terutama generasi muda memanfaatkan ruang-ruang kreatif yang disediakan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan melahirkan karya-karya baru.
Ia berharap festival itu turut mendorong lahirnya generasi yang mampu menjaga nilai budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi masa depan Pariaman, Sumatera Barat, dan Indonesia.