Breaking

Wamen P2MI Lepas 40 Pekerja Asal Sumbar ke Malaysia, Angkatan Pertama Program SMK Go Global

RE
Sabtu, 19 September 2026
Wamen P2MI Lepas 40 Pekerja Asal Sumbar ke Malaysia, Angkatan Pertama Program SMK Go Global

PADANG — Sebanyak 40 pekerja migran Indonesia asal Sumatera Barat resmi diberangkatkan ke Malaysia melalui skema SMK Go Global. Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut penempatan ini sebagai angkatan pertama dari program yang dirancang pemerintah untuk mengisi peluang kerja global.

"Penempatan PMI ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan angkatan pertama dari serangkaian program penempatan skala besar yang dirancang pemerintah," kata Dzulfikar saat acara pelepasan di Padang, Jumat.

Apa Itu Program SMK Go Global?

Dzulfikar menjelaskan SMK Go Global merupakan program direktif yang lahir dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya menyiapkan pekerja migran yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional.

Program ini menargetkan peningkatan keterampilan bagi 500 ribu calon pekerja migran hingga tahun 2029. Para peserta akan bekerja di sektor patisserie dan food service di Malaysia.

Skala Penempatan Nasional: 40 Ribu Tahun Ini, 140 Ribu Tahun Depan

Secara nasional, pemerintah menargetkan pengiriman sekitar 40 ribu tenaga kerja pada tahun ini. Jumlah itu naik menjadi 140 ribu orang pada tahun depan, lalu 180 ribu orang pada 2028, dan 140 ribu orang pada 2029.

Peningkatan target tersebut disebut sebagai respons terhadap fenomena penuaan populasi di sejumlah negara maju. Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman membutuhkan tenaga kerja muda yang profesional dan kompeten.

Pesan Wamen: Pertahankan Etos Kerja, Penuhi Prinsip "5 Siap"

Dzulfikar berpesan agar para pekerja yang berangkat tetap mempertahankan etos kerja yang selama ini dikenal tinggi di atas rata-rata pekerja negara lain. Menurutnya, hal itu menjadi modal penting untuk bersaing di pasar kerja global.

Ia juga menekankan prinsip "5 siap" yang wajib dipenuhi calon PMI, yakni siap fisik, siap mental, siap visi, siap dokumen, dan siap kompetensi.

"Prinsip ini harus terpenuhi sebelum calon pekerja diproses, dilatih, ditingkatkan keterampilannya, dan ditempatkan di negara tujuan untuk bekerja sebagai PMI," ujarnya.

Bukan Hanya Sektor Makanan dan Minuman

Selain sektor food and beverage, pasar luar negeri juga membutuhkan tenaga kerja terampil di berbagai bidang lain. Dzulfikar menyebut sektor manufaktur, pelayanan, kesehatan, hingga perkebunan sebagai peluang yang terbuka bagi PMI.

Pelepasan 40 pekerja asal Sumbar ini menjadi langkah awal dari rangkaian penempatan yang akan berjalan bertahap hingga 2029.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua