PADANG — Rahmat Saleh menyerahkan santunan dan paket bantuan langsung di lokasi pengungsian, sasaran utamanya memenuhi kebutuhan mendesak para korban. Bantuan disalurkan saat ia meninjau bangunan yang terbakar di kawasan Limau Manis tersebut.
Dalam kunjungannya, Rahmat menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga setempat. Ia berharap warga yang terdampak diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi ujian ini.
"Kami menyalurkan sedikit bantuan untuk membantu kebutuhan awal para korban. Saya berharap bapak dan ibu yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini," kata Rahmat di lokasi.
Ledakan dari Gudang BBM Picu Kebakaran Pagi
Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.35 WIB. Api diduga dipicu suara ledakan dari bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM).
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, melibatkan 85 personel dari Damkar Kota Padang, Semen Padang, dan Universitas Andalas. Proses pemadaman selesai pada pukul 08.40 WIB, sekitar satu jam setelah kejadian.
Kerugian Capai Rp3 Miliar, 7 Motor hingga 2 Becak Motor Ikut Terbakar
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Padang mencatat tiga ruko, dua toko, dan dua rumah petak hangus terbakar. Selain bangunan, tujuh unit sepeda motor, dua becak motor, serta dua gerobak kontainer minuman milik warga ikut terbakar.
Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Dampaknya, 5 kepala keluarga dengan total 22 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.
Imbauan Waspada saat Simpan Bahan Mudah Terbakar
Rahmat Saleh mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian guna mencegah potensi kebakaran. Perhatian khusus ia arahkan pada penggunaan serta penyimpanan bahan yang mudah terbakar.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, khususnya saat mengelola atau menyimpan bahan-bahan yang memicu api. Kedisiplinan dan kewaspadaan kita bersama sangat penting agar musibah seperti ini tidak terulang kembali," ujar Rahmat.
Warga yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan di lokasi pengungsian. Bantuan awal berupa santunan dan paket kebutuhan darurat sudah disalurkan, sementara pendataan kerugian dan kebutuhan lanjutan korban berjalan di kawasan Limau Manis.