JAKARTA — Benny Siga Butarbutar menyampaikan materi tersebut di hadapan 48 mahasiswa MSU Batch 3 dari berbagai latar belakang industri dan profesi. Ia menyebut komunikasi hari ini menuntut pendekatan yang jauh lebih terukur dibanding sekadar menyampaikan laporan kegiatan.

"Komunikasi hari ini bukan sekadar mengabarkan apa yang telah dilakukan, melainkan orkestrasi pemaknaan bersama (coordinated meaning-making) yang harus terukur, partisipatif, serta mampu menumbuhkan rasa kepemilikan hingga menghasilkan tindakan nyata," kata Benny.

Mengapa Komunikasi Keberlanjutan Butuh Pendekatan Berbeda

Perkembangan teknologi digital dan pola komunikasi real-time menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan. Benny menilai kondisi penuh ketidakpastian yang dikenal dengan konsep VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible) menuntut perusahaan membangun komunikasi yang mengedepankan kejelasan, empati, serta perencanaan skenario yang matang.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan sejumlah tahapan komunikasi keberlanjutan, mulai dari pemetaan pemangku kepentingan, strategi keterlibatan, hingga penyusunan pesan yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Matriks Pengaruh dan Kepentingan Jadi Kunci Strategi

Mantan Corporate Secretary Garuda Indonesia itu menekankan pentingnya penggunaan matriks pengaruh dan kepentingan untuk menentukan strategi komunikasi terhadap berbagai kelompok pemangku kepentingan. Kelompok pembuat keputusan kunci dan pembentuk opini publik memerlukan pendekatan yang berbeda.

Kelompok rentan juga harus menjadi bagian dari perhatian dalam strategi komunikasi keberlanjutan. Pembedaan pendekatan ini menentukan apakah pesan yang disampaikan benar-benar sampai dan menghasilkan tindakan, atau berhenti sebagai formalitas.

Pengalaman 20 Tahun Jurnalistik Jadi Bekal Praktis

Koordinator Kelas MSU Batch 3 Fakhrur Razy menyampaikan apresiasi atas kesediaan Benny meluangkan waktu berbagi pengalaman dan mengajar para mahasiswa. Fakhrur yang sehari-hari menjabat sebagai Senior Engineer Production Asset Integrity & Competency Development di PT Pertamina Hulu Mahakam menilai pengalaman Benny di bidang jurnalistik dan komunikasi korporat memberikan perspektif praktis bagi mahasiswa.

Benny memiliki pengalaman sekitar 20 tahun di bidang jurnalistik di Kantor Berita ANTARA sebelum berkiprah dalam komunikasi korporat di sejumlah perusahaan, antara lain Citilink Indonesia, Garuda Indonesia, dan Perum Bulog.

Studi Kasus dan Sesi Tanya Jawab Tutup Perkuliahan

Diskusi dalam perkuliahan tersebut juga membahas sejumlah studi kasus sehingga materi komunikasi keberlanjutan dapat dikaitkan dengan praktik di dunia profesional. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan plakat apresiasi dari Program Magister Sains Sustainability UPER kepada Benny Siga Butarbutar.

Reporter: Redaksi