SIMPANG EMPAT — Bupati Pasaman Barat Yulianto menyebut pembangunan jalan di sejumlah titik menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik. Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya mempermudah pergerakan orang, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi dan pendidikan warga di sekitar ruas yang ditangani.

"Saat ini kita melakukan pembangunan sejumlah titik jalan yang ada. Selain anggarannya dari dana bagi hasil (DBH) juga ada dari transfer ke daerah (TKD)," kata Yulianto di Simpang Empat, Senin.

Ia menambahkan, pihaknya selalu mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan lancar dan sesuai perencanaan.

Ruas Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu Ditangani 2 Kilometer

Salah satu ruas yang baru ditinjau adalah Jalan Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu, Kecamatan Gunung Tuleh. Pembangunan di ruas ini mencakup panjang dua kilometer dengan lebar badan jalan empat meter serta bahu jalan masing-masing 0,75 meter di sisi kiri dan kanan.

Pekerjaan tersebut dibiayai Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar Rp6.054.118.766. Masa pelaksanaannya 150 hari kalender sejak 29 Juli 2026.

"Harapan kita, setelah pengaspalan selesai, jalan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperlancar mobilitas, termasuk bagi anak-anak sekolah dan kegiatan pendidikan yang selama ini sedikit terganggu karena kondisi jalan," ujarnya.

Masih Ada 1,3 Kilometer yang Belum Tertangani

Dari total kebutuhan penanganan ruas Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu, masih terdapat sekitar 1,3 kilometer yang belum tertangani. Pemerintah kabupaten merencanakan lanjutan pekerjaan itu pada tahun berikutnya.

"Dengan anggaran DBH yang ada, kita selesaikan bagian ini. Masih kurang sekitar 1,3 kilometer lagi dan akan kita lanjutkan tahun depan. Semoga jalan ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Paraman Ampalu," ujar Yulianto.

Ia menilai progres pekerjaan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Cuaca menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan, terutama saat proses pengaspalan.

"Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Tadi kita lihat bersama, hanya sedikit terkendala cuaca. Kalau cuaca normal, dalam waktu dekat pengaspalan ini akan selesai," jelasnya.

Empat Ruas Lain Pakai Dana TKD Rp 46,12 Miliar

Selain ruas di Gunung Tuleh, Pemkab Pasaman Barat sedang membangun empat titik ruas jalan yang dibiayai dana transfer ke daerah senilai Rp46.127.026.570. Keempat ruas tersebut sudah masuk tahap kontrak.

  • Rehabilitasi/rekonstruksi Jalan Simpang Sayur-Sikabau senilai Rp21.190.186.321
  • Rehabilitasi/rekonstruksi Jalan Wonosari-Mandiangin, Lubuk Puta senilai Rp12.808.163.39
  • Rehabilitasi/rekonstruksi Jalan Aek Nabirong-Trans Air Nabirong senilai Rp240.558.487
  • Rehabilitasi/rekonstruksi Jalan MAN Kajai-Simpang Timbo Abu senilai Rp11.888.118.123

Dengan tambahan ruas Simpang Tiga Alin-Paraman Ampalu, total nilai pekerjaan jalan yang sedang berjalan di Pasaman Barat mencapai sekitar Rp52,18 miliar. Pemerintah kabupaten menargetkan seluruh pekerjaan tuntas sesuai jadwal kontrak masing-masing, sementara ruas yang belum tertangani akan diusulkan pada anggaran tahun berikutnya.

Reporter: Redaksi