AGAM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Wakil Bupati Agam, Kepala Dinas Perkimtan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Direktur Utama Hutama Karya, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum menemui niniak mamak, wali nagari, serta masyarakat Kecamatan Sungai Pua dan Banuhampu, Kabupaten Agam. Pertemuan membahas rencana pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi dan akses bypass dari Exit Tol Pasar Amor menuju Simpang Taluak sepanjang sekitar 6,5 kilometer.
Andre menyebut Tol Sicincin–Bukittinggi merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto memperkuat konektivitas infrastruktur di Sumatera Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rp19 Triliun untuk Jalan, Jembatan, Irigasi, hingga SPAM
Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat mencapai Rp19 triliun dan berlangsung bertahap hingga 2028. Dana itu tidak hanya dipakai membangun jalan dan jembatan, tetapi juga perbaikan irigasi, sistem penyediaan air minum (SPAM), hingga jaringan PDAM yang rusak akibat bencana.
“Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran sekitar Rp19 triliun untuk pembangunan kembali Sumatera Barat secara bertahap hingga 2028. Ini mencakup jalan, jembatan, irigasi, SPAM, dan infrastruktur penting lainnya,” ujar Andre.
Sejumlah proyek sudah berjalan. Perbaikan infrastruktur di kawasan terdampak bencana memasuki tahap pertama dengan nilai sekitar Rp370 miliar, sedangkan tahap kedua senilai sekitar Rp300 miliar akan segera ditenderkan.
Andre mencontohkan pembangunan jalan di kawasan Malalak yang menurutnya sulit direalisasikan tanpa dukungan pemerintah pusat karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Pembebasan Lahan Jadi Kendala Utama Proyek Strategis
Andre menyoroti pembebasan lahan sebagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Menurutnya, banyak proyek strategis nasional membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan karena pemerintah pusat hanya dapat membiayai pembangunan fisik infrastruktur.
“Pembebasan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Karena itu kami mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi terbaik agar pembangunan dapat berjalan,” katanya.
Ia juga menjelaskan ruas Tol Padang Panjang–Bukittinggi yang panjangnya sekitar 19,6 kilometer dirancang dengan berbagai flyover dan terowongan. Infrastruktur itu dibangun untuk memastikan tidak ada kampung, nagari, atau jorong yang terpisah akibat keberadaan jalan tol.
“Setiap sekitar dua kilometer akan ada flyover atau terowongan penghubung. Jadi pembangunan tol ini bukan untuk membelah kampung, tetapi untuk membuka akses dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Kereta Api Sumbar Ikut Diaktifkan Kembali
Selain jalan tol, pemerintah pusat berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat. Program itu mencakup jalur Kayu Tanam–Sawahlunto–Sijunjung serta Kayu Tanam menuju Limapuluh Kota sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi di Pulau Sumatera.
Andre berharap dialog bersama masyarakat memperkuat dukungan terhadap pembangunan infrastruktur strategis yang dinilai memberi manfaat jangka panjang bagi Sumatera Barat.
“Tujuan kita sama, yaitu membangun kampung halaman agar lebih maju, akses semakin baik, dan ekonomi masyarakat tumbuh lebih cepat. Karena itu pembangunan harus dilakukan bersama-sama dengan mendengar aspirasi masyarakat,” tutup Andre.