SOLOK — Bantuan bedah rumah dari Kementerian Sosial itu diserahkan kepada keluarga Zahira yang tinggal di Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut program tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden Prabowo Subianto bagi warga yang belum memiliki hunian layak. Proses pembangunan dimulai dengan pembongkaran bangunan lama yang digantikan rumah baru.
Rumah Tipe 36 dengan Dua Kamar Tidur
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Solok Retni Humaira menjelaskan rumah bantuan itu direncanakan bertipe 36. Ukurannya enam kali enam meter dan dilengkapi dua kamar tidur. Target penyelesaiannya satu bulan sejak pembangunan dimulai.
Selain dana dari Kemensos, sejumlah pihak menambah bantuan untuk mempercepat pembangunan. Bupati Solok Jon Firman Pandu memberikan bantuan pribadi Rp5 juta. Anggota DPRD Kabupaten Solok Iskan Nofis menyumbang Rp2 juta.
Pengembang yang bekerja sama dengan Pemkab Solok melalui DPRKPP turut menyumbang material berupa keramik. Sumbangan itu melengkapi kebutuhan bangunan yang tidak sepenuhnya tertutup oleh bantuan utama.
Gotong Royong Libatkan Bupati hingga Warga Nagari
Pembangunan diawali kegiatan gotong royong yang melibatkan Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama jajaran pemerintah daerah. Turut serta Kemensos RI, DPRD, pemerintah nagari, dan masyarakat setempat.
"Pembangunan rumah bantuan itu diawali dengan kegiatan gotong royong yang melibatkan Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama jajaran pemerintah daerah, Kemensos RI, DPRD, pemerintah nagari dan masyarakat setempat," ujar Retni Humaira.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial atas bantuan yang diberikan kepada warga Kabupaten Solok, khususnya keluarga Zahira. Ia berharap rumah baru itu memberi tempat tinggal lebih layak bagi Zahira dan keluarganya.
Bukan Hanya Rumah, Orang Tua Zahira Akan Diberdayakan
Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos I Ketut Supena mengatakan bantuan bagi keluarga Zahira tidak berhenti pada pembangunan rumah. Orang tua penerima juga akan mendapat program pemberdayaan sosial ekonomi.
"Orang tuanya nanti kita kasih pemberdayaan sosial ekonomi," ujar I Ketut Supena saat kegiatan pembangunan rumah bantuan di Kabupaten Solok.
Menurutnya, bantuan diberikan secara terpadu dengan menyasar kebutuhan pendidikan anak, tempat tinggal layak, serta peningkatan kesejahteraan keluarga. "Anaknya kita sekolahkan, orang tuanya kita berdayakan, rumahnya kita bangun," katanya.
Pendekatan terpadu itu menyasar tiga kebutuhan sekaligus: pendidikan Zahira sebagai siswi SRMP 5, hunian layak bagi keluarga, dan pemulihan ekonomi rumah tangga. Harapannya, kondisi keluarga penerima bantuan bisa lebih sejahtera setelah rumah selesai dibangun.