Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750-Rp17.900 per Dolar AS, Pidato Presiden Jadi Katalis Pergerakan

Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:19:31 WIB

SUMATERA BARAT — Pasar valuta asing domestik bersiap menghadapi volatilitas pada sesi perdagangan hari ini. Para pelaku pasar menilai pidato Presiden Prabowo Subianto menjadi katalis utama yang akan menentukan arah pergerakan rupiah, di samping sentimen eksternal dari penguatan indeks dolar AS.

Dua Faktor Utama yang Menahan Penguatan Rupiah

Pengamat pasar uang menyebut kombinasi faktor domestik dan global membuat pergerakan rupiah hari ini sulit diprediksi secara sepihak. Pidato presiden yang membahas kebijakan ekonomi diharapkan mampu memberikan kepastian bagi investor asing, namun di sisi lain permintaan dolar AS dari korporasi masih tinggi.

Tekanan eksternal juga masih membayangi. Data ekonomi Amerika Serikat yang solid belakangan ini membuat dolar AS bertengger di level tertingginya, sehingga membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sentimen Pidato Presiden dan Dampaknya ke Pasar

Pasar menantikan arahan konkret mengenai stimulus fiskal, hilirisasi, hingga kebijakan energi dalam pidato yang dijadwalkan siang ini. Pernyataan yang dianggap pro-bisnis dan mendukung pertumbuhan ekonomi berpotensi mendorong aliran modal masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Sebaliknya, jika pidato tersebut tidak memberikan kejelasan atau cenderung berisiko menambah beban fiskal, rupiah berpotensi terdepresiasi menuju level psikologis Rp17.900. Investor asing umumnya sensitif terhadap sinyal kebijakan yang kurang transparan.

Proyeksi Level Support dan Resistance Hari Ini

Dari sisi teknikal, rentang pergerakan rupiah diprediksi cukup lebar. Level support terdekat berada di kisaran Rp17.750, sementara resistance kuat diperkirakan ada di level Rp17.900.

  • Support: Rp17.750 – Jika tembus, berpeluang menguat ke Rp17.700.
  • Resistance: Rp17.900 – Jika ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan membuka peluang pelemahan lebih dalam.

Para pelaku pasar disarankan mencermati pernyataan resmi dari istana negara dan data inflasi AS yang akan rilis pekan ini. Sentimen global tetap menjadi variabel penentu yang tidak bisa diabaikan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Redaksi