BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur 6 Wilayah Sumbar 14–17 Agustus 2026, Warga Diminta Cek Cuaca Jelang Upacara 17 Agustus

Hujan ringan diprakirakan mengguyur enam wilayah Sumatera Barat pada Jumat (14/8/2026), sementara daerah lain berawan.
Penulis: David
Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:53:01 WIB

PADANG — BMKG mencatat potensi hujan ringan tidak merata di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada Jumat (14/8/2026). Enam wilayah diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara daerah lainnya cenderung berawan.

Wilayah yang berpotensi hujan pada hari pertama periode prakiraan itu meliputi Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, dan Kota Padang. Khusus untuk Kota Padang, BMKG memperbarui prakiraan cuaca pada Jumat pagi karena kondisi atmosfer dapat berubah sepanjang hari.

Potensi Hujan Masih Ada di Agam dan Pasaman hingga Akhir Pekan

Memasuki Sabtu (15/8/2026), variasi cuaca antardaerah masih terpantau. Agam dan Pasaman kembali tercatat dalam daftar wilayah berpotensi hujan ringan. Sementara itu, Kepulauan Mentawai diprakirakan berawan dengan suhu udara relatif hangat.

Kondisi berawan diprediksi mendominasi sejumlah wilayah pada Minggu (16/8/2026). Meski begitu, BMKG mengingatkan potensi hujan lokal tetap bisa terjadi secara sporadis di beberapa titik.

Catatan untuk Panitia Upacara 17 Agustus di Sumbar

Senin (17/8/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. BMKG menyebut prakiraan cuaca pada hari itu tidak seragam di seluruh Sumatera Barat—sebagian wilayah masih berpotensi hujan ringan, sebagian lainnya berawan.

Panitia kegiatan, pengendara, nelayan, dan warga yang beraktivitas di ruang terbuka disarankan menyesuaikan jadwal dengan kondisi cuaca terkini. Karena prakiraan ini dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer, pengecekan informasi resmi BMKG menjelang pelaksanaan kegiatan menjadi langkah yang disarankan.

Sebelumnya, BMKG juga mencatat puluhan gempa di Sumatera Barat sejak Juni hingga Agustus 2026. Warga tetap diminta siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan geologi di tengah dinamika cuaca yang masih bervariasi ini.

Reporter: David