SABA Fest 2026 di Taman Budaya Sumbar Libatkan Anak Disabilitas, 50 Peserta Pamerkan Karya Seni hingga Kriya Batik
PADANG — Anak-anak penyandang disabilitas tampil berdampingan dengan peserta lainnya dalam SABA Fest 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Sumbar. Mereka tidak hanya memamerkan karya seni rupa, tetapi juga unjuk kebolehan di atas panggung dalam pertunjukan tari, musik, dan teater.
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, saat membuka festival tersebut menyebut keterlibatan anak-anak istimewa ini menjadi pembeda dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, SABA Fest tahun ini tidak kalah meriah. Dari sejumlah peserta juga tampil anak-anak istimewa," ujarnya di Padang, Rabu (5/8/2026).
Karya Anak Disabilitas Dinilai Punya Nilai Jual
Syaiful menilai anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi yang perlu digali lebih dalam. Beberapa karya yang dihasilkan, menurut dia, sudah memiliki nilai jual dan layak dipasarkan.
"Mereka punya bakat yang harus kita gali. Bahkan sudah ada karya yang bernilai jual. Yang terpenting adalah membangkitkan kepercayaan diri bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa," kata Syaiful.
Pihaknya mengaku tidak bekerja sendiri. Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan dilibatkan, begitu pula komunitas seni, pegiat budaya, sekolah, serta pihak swasta.
Kurator Akan Seleksi Karya Terbaik untuk Festival Lebih Besar
Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menjelaskan bahwa SABA Fest bukan sekadar perayaan tahunan. Sejak pertama kali digelar pada 2024, festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara anak-anak umum dan penyandang disabilitas dari berbagai kota.
"Tahun 2026 ini hadir dengan skala yang lebih besar dan lebih beragam," katanya.
Setelah festival usai, sejumlah karya terbaik akan diseleksi oleh kurator. Karya-karya tersebut rencananya ditampilkan pada festival seni berskala lebih besar. Taman Budaya Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan pegiat seni dari Yogyakarta yang dijadwalkan menggelar kegiatan selama sebulan penuh pada September hingga Oktober mendatang.
Ragam Kegiatan: Pameran, Workshop Batik, hingga Permainan Edukatif
Selama dua hari, pengunjung dapat menikmati pameran karya dari puluhan peserta. Selain itu, ada pertunjukan musik, tari, teater, dan sastra yang digelar di area Taman Budaya.
Workshop kriya batik dan keramik juga disediakan bagi anak-anak yang ingin belajar langsung. Berbagai permainan edukatif turut memeriahkan acara, melibatkan sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya di Sumatera Barat.
Festival ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dirayakan setiap tahun. Melalui ajang ini, Taman Budaya Sumbar berupaya memberikan ruang berekspresi yang setara bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang.