Kopdes Merah Putih di Sumbar Tembus 888 Gerai, Peringkat Keempat Tercepat Nasional

Sejumlah siswa terlihat berlatih baris-berbaris di depan gerai Kopdes Merah Putih di Nagari Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Selasa (4/8/2026).
Penulis: Alex
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:03:32 WIB

SIJUNJUNG — Capaian ini terpantau di Nagari Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Selasa (4/8/2026), saat sejumlah siswa terlihat berlatih baris-berbaris di depan gerai Kopdes Merah Putih setempat. Keberadaan koperasi desa itu menjadi penanda bahwa program prioritas pemerintah pusat terus bergulir hingga ke tingkat nagari.

Verifikasi terhadap 888 gerai tersebut menjadi bagian dari target nasional pembentukan Kopdes Merah Putih yang dikebut di seluruh Indonesia. Dari total yang sudah terverifikasi di Sumatera Barat, mayoritas gerai lainnya telah dinyatakan rampung dan beroperasi.

Berapa Target Akhir Pembentukan Kopdes di Sumbar?

Dengan posisi sebagai provinsi tercepat keempat, Sumatera Barat menunjukkan percepatan yang signifikan dalam merealisasikan program koperasi desa ini. Angka 888 gerai yang telah terverifikasi tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Rincian terbaru mencatat 63 gerai telah selesai dibangun secara fisik, sementara 211 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan. Sisanya dipastikan sudah berdiri dan melayani anggota, meski data resmi terus diperbarui oleh Dinas Koperasi setempat.

Mengapa Program Ini Menjadi Prioritas di Nagari?

Kopdes Merah Putih dirancang sebagai penggerak ekonomi desa yang menghimpun usaha simpan pinjam dan unit usaha lainnya. Di Sumatera Barat, keberadaan koperasi ini dinilai strategis untuk memperkuat permodalan usaha kecil di tingkat nagari, sejalan dengan falsafah budaya lokal yang menempatkan nagari sebagai basis pemerintahan dan ekonomi.

Proses legalisasi yang cepat menjadi kunci agar koperasi bisa segera mengakses berbagai skema bantuan dan permodalan dari pemerintah. Kehadiran gerai di Nagari Tanjung Gadang, misalnya, langsung terlihat menyatu dengan aktivitas warga sekitar.

Apa Dampaknya bagi Warga Sekitar?

Selain menjadi pusat layanan keuangan mikro, area sekitar gerai Kopdes juga difungsikan sebagai ruang publik. Aktivitas siswa berlatih baris-berbaris di depan gerai pada Selasa lalu menunjukkan bahwa keberadaan bangunan ini turut menghidupkan ruang terbuka di lingkungan nagari.

Pemerintah provinsi diharapkan terus mendorong penyelesaian pembangunan 211 gerai yang masih berjalan agar seluruhnya bisa beroperasi penuh. Percepatan ini juga menjadi modal bagi Sumatera Barat untuk meningkatkan peringkatnya di tingkat nasional pada tahap verifikasi berikutnya.

Reporter: Alex