Mess Relawan PMI Sumbar Resmi Beroperasi, Fasilitas Istirahat Setara Hotel untuk Garda Terdepan Penanganan Bencana

Mess relawan PMI Sumatra Barat diresmikan di Padang sebagai tempat istirahat bagi sukarelawan penanganan bencana.
Penulis: Habib
Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:02:32 WIB

PADANG — PMI Sumatera Barat merampungkan pembangunan Mess Relawan yang sempat tertunda dua tahun. Bangunan itu kini resmi difungsikan sebagai tempat pemulihan tenaga bagi sukarelawan yang bertugas dalam operasi kemanusiaan.

Peresmian dilakukan di kompleks Markas PMI Sumbar, dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Australia serta para ketua PMI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Kesehatan dr. Aklima dalam seremoni tersebut.

Dana Hibah APBD dan Kolaborasi Internasional Rampungkan Pembangunan

Proses konstruksi mess berjalan sejak dua tahun lalu, namun sempat mandek. Pendanaan akhirnya terkumpul dari PMI Pusat, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta hibah Pemerintah Provinsi Sumbar melalui APBD.

dr. Aklima menyebut Pemprov Sumbar merasa terpanggil membantu penyelesaian fasilitas ini. “Dukungan itu menjadi bagian dari dana hibah APBD yang diberikan kepada PMI Sumbar,” ujarnya.

Bukan Sekadar Tempat Tidur, tapi Pusat Pelatihan Kebencanaan

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar menambahkan, bangunan ini tidak hanya difungsikan sebagai lokasi menginap. Mess dirancang untuk menjadi pusat pendidikan dan pelatihan peningkatan kapasitas sukarelawan.

“Harapan kami, fasilitas ini juga menjadi pusat pendidikan dan pelatihan relawan agar kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meningkat,” kata Aklima.

Apresiasi PMI Pusat: Sumbar Jadi Contoh Daerah Rawan Bencana

Ketua Bidang Relawan PMI Pusat Sasongko Tedjo menilai inisiatif ini layak direplikasi oleh markas provinsi lain, terutama wilayah dengan risiko bencana tinggi. Ia menekankan kesejahteraan petugas lapangan kerap terabaikan dalam skema tanggap darurat.

“Apa yang dibangun Sumatera Barat ini patut menjadi contoh bagi markas PMI provinsi lainnya, terutama di daerah yang rawan bencana. Dengan adanya mess ini, para relawan yang datang membantu dapat beristirahat dengan nyaman setelah menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di lapangan,” ujar Sasongko.

Sumber Dana Operasional dari Sewa Komersial

Ketua PMI Sumbar H. Aristo Munandar menjelaskan mekanisme keberlanjutan fasilitas. Saat tidak dipakai untuk misi kemanusiaan atau pelatihan, mess akan disewakan secara komersial.

“Hasilnya akan digunakan untuk membantu menutup biaya operasional dan pemeliharaan fasilitas,” jelas Aristo.

Ia berharap mess ini meningkatkan kenyamanan dan semangat relawan. Sumatera Barat sendiri masuk kategori provinsi dengan indeks kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa, tsunami, hingga banjir lahar dingin.

Reporter: Habib