Breaking

Investasi Rp 1,5 Triliun Sekolah Rakyat Tanjung Alam: Perputaran Uang Capai Rp 70 Miliar per Tahun, Ini Sektor yang Diuntungkan

FE
Sabtu, 08 Agustus 2026
Investasi Rp 1,5 Triliun Sekolah Rakyat Tanjung Alam: Perputaran Uang Capai Rp 70 Miliar per Tahun, Ini Sektor yang Diuntungkan
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam dengan investasi Rp 1,5 triliun diperkirakan memutar uang hingga Rp 70 miliar per tahun.

TANAH DATAR — Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam tidak hanya soal gedung dan proses belajar mengajar. Di balik nilai investasi Rp 1,5 triliun, proyek ini menyimpan potensi besar untuk mengubah struktur ekonomi masyarakat sekitar melalui kebutuhan harian yang masif.

Perputaran uang dari operasional sekolah diperkirakan mencapai Rp 55 miliar hingga Rp 70 miliar per tahun. Dalam hitungan bulanan, nilai transaksi yang tercipta berada di kisaran Rp 4,7 miliar hingga Rp 6 miliar.

Kebutuhan Pangan Capai Rp 4 Miliar Per Bulan

Sektor yang diprediksi paling merasakan dampak adalah kebutuhan pangan. Dengan ribuan siswa yang tinggal di kawasan sekolah, kebutuhan beras diperkirakan menembus satu ton per hari. Angka ini belum termasuk pasokan telur, daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan.

Total belanja kebutuhan pokok harian ditaksir mencapai Rp 100 juta hingga Rp 135 juta. Jika diakumulasi, angka tersebut setara dengan Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar per bulan yang berputar di tangan petani, peternak, dan pedagang lokal.

500 Tenaga Kerja dan Gaji Hingga Rp 1,5 Miliar

Kehadiran sekolah ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan lapangan kerja. Diperkirakan sekitar 400 hingga 500 tenaga kerja tetap akan terserap, mulai dari guru, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga pengelola dapur dan kebersihan.

Alokasi gaji untuk tenaga pendidik dan pendukung ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar per bulan. Kondisi ini dinilai akan meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat perputaran uang di kawasan Tanjung Alam dan sekitarnya.

Peluang Besar bagi Petani dan UMKM Lokal

Tokoh Pers Sumatera Barat, Khairul Jasmi, menilai dampak ekonomi yang muncul akan sangat besar karena kebutuhan sekolah berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, peluang terbesar berada di tangan pelaku usaha lokal yang bisa masuk ke rantai pasok sekolah.

“Kalau ada 3.000 siswa tinggal dalam satu kawasan, kebutuhan ekonominya sangat besar. Ini seperti menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanjung Alam,” ujarnya.

“Kalau rantai pasoknya dibangun dengan baik, masyarakat Tanah Datar yang akan menikmati manfaat terbesar. Uangnya berputar di daerah sendiri,” katanya.

Bukan Hanya Pangan, Sektor Jasa Juga Tumbuh

Selain pangan, operasional sekolah membutuhkan berbagai penunjang seperti perlengkapan kebersihan, kebutuhan asrama, layanan laundry, listrik, dan air. Total kebutuhan nonpangan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Peluang usaha baru pun diprediksi bermunculan di bidang kuliner, penginapan, jasa jahit, toko alat tulis, fotokopi, hingga transportasi. Kunjungan orang tua siswa dan tamu sekolah juga akan ikut menggerakkan ekonomi lokal.

Sambutan Tokoh Adat: "Indak Tatampuang Jo Tapak Tangan"

Tokoh Adat Sumatera Barat, Dt Ricky Donals, menyampaikan apresiasi masyarakat terhadap rencana pembangunan ini. Ia menilai investasi sebesar Rp 1,5 triliun akan melahirkan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Demi niat baik pemerintah atas adanya Sekolah Rakyat di Tanjung Alam, indak tatampuang jo tapak tangan, jo nyiru kami tampuangkan,” ujar Dt Ricky Donals, Jumat, (7/8/2026).

“Pastilah banyak efek dominonya. Jika ini tuntas dan berjalan baik, Tanjung Alam akan mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari keberadaan sekolah ini,” katanya.

Dengan skema kebutuhan yang berkelanjutan, Sekolah Rakyat Tanjung Alam dinilai bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanah Datar.

Sumber: sumbar.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua