JAKARTA — Kevin Diks menegaskan bahwa disiplin emosi menjadi kunci utama di laga puncak nanti. Ia menilai Thailand merupakan lawan yang berkualitas dan mampu memanfaatkan kelengahan sekecil apa pun.
"Jangan terbawa emosi atau apa pun, karena Anda harus tetap fokus selama 100 menit, bahkan mungkin lebih. Satu momen bisa menjadi penentu dalam final. Jika ada dua tim bagus yang saling berhadapan, satu momen saja sudah cukup dan satu momen bisa menentukan pertandingan," kata Diks pada sesi jumpa pers pra-pertandingan di SUGBK, Minggu.
Jalan Indonesia ke Final: Drama 9-2 atas Bangladesh
Perjalanan Indonesia menuju partai puncak tidak berjalan mulus. Tim Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, lalu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia meski harus tampil dengan 10 pemain.
Pada laga terakhir fase grup, Indonesia memenangi pertempuran merebut juara grup setelah mengalahkan Bangladesh 9-2 secara dramatis. Hasil itu memastikan langkah Indonesia ke final.
"Sekarang, kami menghadapi tujuan sulit berikutnya, yaitu mengalahkan Thailand di final. Final akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi ini hanya satu pertandingan dan apa pun bisa terjadi," kata Diks, bek yang sudah mengoleksi 15 penampilan untuk tim Garuda itu.
Dukungan Jay Idzes dari Balik Layar Cedera
Diks juga mengungkapkan bahwa bek Indonesia sekaligus kapten utama tim, Jay Idzes, tetap memberikan dukungan penuh meski absen di FIFA ASEAN Cup karena cedera. Idzes sebelumnya tertangkap kamera melakukan panggilan video setelah keberhasilan Indonesia melaju ke final.
"Jay terus mengikuti momen-momen yang kami jalani. Dia sering menelepon saya, sering mengirim pesan kepada saya. Tentu saja, dia sangat sedih tidak bisa berada di sini," kata Diks.
"Namun, dia tetap memberikan dukungan sebisa mungkin dan menyaksikan semuanya. Dan ya, sekali lagi, sangat disayangkan dia tidak berada di sini, tetapi dia tetap menjadi bagian dari kami," tambah dia.
Final Menanti di SUGBK
Laga Indonesia versus Thailand dijadwalkan berlangsung Senin (5/10) pukul 20.00 WIB di SUGBK, Jakarta. Diks menyebut rasa bangganya bisa membawa Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026, yang menurutnya dilalui dengan cara yang tidak mudah.
Indonesia memburu gelar juara di hadapan pendukung sendiri. Thailand menjadi penghalang terakhir bagi tim Garuda untuk menutup turnamen dengan trofi.