Pertamina Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Sulawesi Utara, Sekaligus Tanam 512 Terumbu Karang
SUMATERA BARAT — Upacara bendera yang biasanya digelar di lapangan terbuka, kali ini berlangsung di dasar laut. Sebanyak 26 penyelam dari Perwira Pertamina bersama 10 penyelam warga lokal menurunkan Sang Saka Merah Putih hingga kedalaman 12 meter. Direksi perusahaan, perwakilan pemerintah daerah, dan komunitas lingkungan setempat turut hadir menyaksikan jalannya upacara yang tetap mengedepankan standar keselamatan penyelaman.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi PTK dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT Pertamina International Shipping (PIS). Ketiganya berada di bawah naungan Pertamina Group.
Mengapa Pantai Pulisan Menjadi Lokasi Pilihan
Pemilihan Pantai Pulisan bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan bagian dari Coral Triangle, wilayah yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Selain itu, lokasinya berdekatan dengan Integrated Terminal Bitung, salah satu fasilitas distribusi energi milik Pertamina di Sulawesi.
Plt. Direktur Utama PTK Eko Cahyadi menjelaskan, penanaman fragmen terumbu karang di lokasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap ruang operasionalnya.
"Pantai Pulisan merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi. Karena itu, penanaman fragmen terumbu karang di lokasi ini merupakan bentuk komitmen PTK untuk turut menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi ruang operasional kami sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," jelas Eko dalam keterangan tertulisnya.
Harapan untuk Pariwisata dan Ekonomi Warga
Eko menambahkan, pengibaran bendera di dasar laut adalah simbol kecintaan perusahaan terhadap Indonesia sebagai negara maritim. Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga laut sebagai warisan bangsa.
Lebih dari sekadar pelestarian lingkungan, pertumbuhan terumbu karang diharapkan mampu memperkaya ekosistem dan biota laut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan daya tarik wisata bahari Pantai Pulisan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Direktur Armada PTK Dewi Susanti menegaskan bahwa komitmen terhadap kelestarian ekosistem maritim tidak berhenti pada aksi seremonial. PTK telah menerapkan green energy dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan pada sebagian kapal serta infrastruktur perusahaannya.
"Aksi sosial maupun operasional PTK diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. Melalui rangkaian kegiatan HUT RI oleh PTK, kami berupaya ikut mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur," ujar Dewi.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan posisi PTK sebagai penyedia jasa logistik energi maritim yang tidak hanya mengejar aspek bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga ekosistem tempat mereka beroperasi.