Investor Pasar Modal Sumatera Barat Tembus 501.131 SID per Juni 2026, Reksa Dana Jadi Primadona

Jumlah investor pasar modal di Sumatera Barat mencapai 501.131 SID per Juni 2026, dengan reksa dana sebagai instrumen dengan pertumbuhan tertinggi.
Penulis: Regan
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:18:31 WIB

PADANG — Industri pasar modal Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan pertumbuhan jumlah investor yang impresif sepanjang semester pertama 2026. Data OJK menunjukkan penambahan ratusan ribu investor baru dalam setahun terakhir, mengindikasikan pergeseran minat masyarakat terhadap instrumen investasi formal.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini tidak terlepas dari meningkatnya literasi keuangan di tengah masyarakat. "Data Juni 2026 menunjukkan total SID berjumlah 501.131 investor atau tumbuh sebesar 139,16 persen secara tahunan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Reksa Dana dan Saham Jadi Pendorong Utama

Jika diurai per instrumen, investor reksa dana mendominasi pertumbuhan dengan lonjakan mencapai 144,63 persen secara tahunan. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan investor saham yang tercatat sebanyak 143.819 SID atau naik 38,56 persen.

Sementara itu, minat terhadap Surat Berharga Negara (SBN) juga menunjukkan tren positif. Jumlah investor SBN di Sumbar mencapai 11.261 SID atau tumbuh 26,09 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun investor Efek Beragunan Aset (EBA) tercatat sebanyak tiga SID.

Fondasi Ekonomi Daerah yang Stabil

Lonjakan jumlah investor ini terjadi di tengah kondisi fundamental ekonomi Sumbar yang solid. Hingga Juni 2026, total aset perbankan daerah mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun juga naik 13,02 persen menjadi Rp65,55 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen. Roni menilai perkembangan positif sektor jasa keuangan ini turut menopang aktivitas ekonomi yang pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan.

Edukasi Massif Jadi Kunci Pertumbuhan

OJK Sumbar tidak tinggal diam dalam mendorong partisipasi publik. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, lembaga pengawas ini telah menggelar 20 kegiatan edukasi secara langsung dan 19 kegiatan edukasi tidak langsung melalui media sosial serta platform digital.

Materi edukasi menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Fokus utamanya adalah pemahaman produk dan layanan industri jasa keuangan, sekaligus kewaspadaan terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal yang kerap merugikan masyarakat.

"Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah," pungkas Roni.

Reporter: Regan